Wednesday, April 11, 2018

Holy Smokes Sensasi Daging Asap BBQ Ala Texas


Kesempurnaan membutuhkan waktu. Daging yang sempurna, diasapi hingga 14 jam!


Untuk menikmati empuk dan juicy-nya daging asap barbeque seperti di Texas tak perlu jauh-jauh sampai terbang ke negara koboi. Cukup datang ke Holy Smokes yang berada di Jalan Wolter Monginsidi No. 27, Jakarta Selatan, Anda sudah dapat merasakan sensasinya.

Holy Smokes menjagokan konsep menu daging asap BBQ ala Texas yang diasapi dengan teknik memasak 'low and slow'. Teknik memasak seperti ini tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 13-14 jam. Walaupun menghabiskan banyak waktu, Albert Wijaya sebagai Chef sekaligus pemilik Holy Smokes tetap menggunakan teknik tersebut. “Kesempurnaan membutuhkan waktu, dan tidak ada jalan pintas dalam mempersiapkan daging,” demikian Albert meyakininya.

Bahkan ketika ada pilihan untuk mempersingkat waktu memasak agar daging cepat lunak, seperti direbus terlebih dahulu misalnya, Albert tidak mau menggunkan jalan pintas tersebut. “Kami tidak merebus daging untuk melunakannya karena hal itu dapat menghilangkan rasa daging itu sendiri,” jelas pria yang menekuni bidang Food Science dan Food Culinary di Amerika Serikat.

Karena itulah mengapa Holy Smokes menggunkan mesin pengasap dengan teknik memasak suhu rendah dan periode pengasapan yang lama, agar dapat menonjolkan rasa daging yang terbaik. Selain itu, jenis kayu yang digunakan untuk pengasapan pun dipilih dengan ketat yang berasal dari kayu buah Belimbing dan Rambutan, sehingga menghasilkan asap bersih dan harum serta rasa sempurna yang meresap dalam daging.

Tak hanya soal pengasapan, aspek penting lainnya dari Holy Smokes adalah mengenai bumbu BBQ yang digunakan. Bumbu yang merupakan campuran delapan bahan pilihan itu adalah hasil racikan Albert sendiri. Albert juga mengembangkan saus BBQ andalan untuk menonjolkan rasa daging.

Menu Andalan

Smoky Beef Brisket adalah menu andalan Holy Smokes yang terdiri dari potongan bagian daging yang ramping yang diasapi selama 14 jam. Untuk dua iris brisket, harga yang dipatok berkisar antara Rp 88 ribu. Menu lainnya, Anda dapat mencicip Southern Style Beef Ribs, yaitu iga belakang sapi yang memiliki tulang yang lebih panjang dengan daging tebal di antara tulang. Untuk menu yang dibanderol seharga Rp 278 ribu per tiga potongnya ini, proses pengasapannya memakan waktu empat jam. 

Masih ada Texas Short Ribs, yaitu iga pendek namun dengan daging yang cukup tebal. Diasapi selama enam jam dengan suhu rendah. Sebagai menu pendukung, Holy Smokes juga menyediakan Onion Straw, BBQ Chicken Salad, baked beans, mac & cheese, macaroni salad, green salad, coleslaw, homecut fries, dan corn.

Lokasi: Jl. Wolter Monginsidi No. 27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180
Jam buka: Setiap hari (11.30 – 22.00 WIB)
Facebook : www.facebook.com/HolySmokesID
Instagram: @HolySmokesID

Tulisan ini pernah dimuat di Male Digital Magazine by Detikcom Tahun 2015

Friday, March 3, 2017

Bersosialisasi dan Makan Enak di 'Socieaty'


Bersantap bukanlah sekadar mengisi perut. Makan apa dengan siapa dan di mana membuat kenikmatan terasa lebih komplit!

Tidak salah jika tempat ini dinamai “Socieaty” gabungan dari kata “society” dan “eat”. Di situlah  orang-orang berkumpul dan makan bersama. 

 Dari yang hanya bersantap siang, rapat kecil dengan rekan kerja, bertemu teman-teman dekat sambil ngopi sore, hingga makan malam romantis bersama pasangan. Sebagai makhluk sosial, tak pelak manusia tetap membutuhkan manusia lain, termasuk untuk urusan makan! “Sebetulnya, memilih nama untuk restoran ini adalah bagian yang cukup sulit. Sebelumnya kami sudah mengumpulkan 20 nama lalu memilih Socieaty tapi dengan sisipan kata “eat”. Jadi Socieaty mengandung arti sebagai kumpulan dari orang-orang yang ingin makan dan berkumpul,” buka Susanna Kusnowo selaku Managing Director Socieaty.

Walaupun baru diresmikan pada September 2015, pengunjung sudah ramai memenuhi resto yang berkapasitas 120 kursi ini. Posisinya cukup strategis, yakni berlokasi di Plaza Indonesia, Level 1. Siapapun tentu dapat dengan mudah mengakses mal mewah yang terletak di jantung Ibukota ini.



“Plaza Indonesia dipilih karena lokasinya yang sangat strategis dan walaupun ekonomi saat ini dikatakan berjalan lambat, kami melihat market di Indonesia tetap berkembang pesat. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah karena pemakai sosial media Instagram dan Twitter paling besar ada di Indonesia, karena itu dipilihlah untuk buka di Indonesia,” Susanna menjelaskan.

Onion Soup
Di Socieaty yang khusus menyajikan hidangan Eropa dan Asia ini Anda dapat menemukan makanan-makanan terbaik yang pernah dijual di berbagai resto di bawah naungan Les Amis Group yang sudah berdiri sejak tahun 1994 di Singapura.

“Kami memiliki begitu banyak restoran yang tersebar di Singapura, Hongkong, Myanmar, Filipina, dan Vietnam, yang kami ambil beberapa makanan terbaiknya, lalu kami jadikan satu dalam Socieaty. Antara lain ada Socieaty Roast Chicken, Spicy Chicken Quesadilla, dan Onion Soup,” ujar Susanna.

Garlic Chili Prawn
Spicy Chicken Quesadilla adalah makanan pembuka yang terdiri dari tender chicken thigh marinated, dengan sriracha dan tomato sauce, bell pepper, pineapple, onion, mozzarella, dan parsley. Harga per porsinya adalah Rp 148 ribu. Sedangkan untuk Onion Soup yang rasanya asam segar, Anda cukup membayar sebesar Rp 75 ribu saja.

Ada yang unik dengan citarasa hidangan Asia di Socieaty yakni rasa pedasnya yang begitu menonjol pada hidangan utama seperti yang tersaji pada pasta Aglio Olio dan Garlic Chili Prawn. Pedasnya begitu menggigit! Ternyata, pemakaian cabai rawit merconlah penyebabnya! Di mana Anda pernah menemukan Aglio Olio berpadu dengan cabai mercon yang super pedas? Mungkin hanya di Socieaty.

“Karena orang Indonesia suka pedas, maka kami membuat Aglio Olio yang memakai cabai rawit mercon yang pedasnya mantap! Walaupun banyak hidangan kami yang pedas, namun tidak semuanya. Tapi memang kali ini kami ingin mencoba makanan yang pedas,” jelas Susanna.

Sementara bagi Anda yang tidak terlalu suka pedas, dapat menjatuhkan pilihan hidangan utama pada Socieaty Roast Chicken yakni ayam panggang dengan daging yang sangat empuk dan juicy. Melihat ukurannya yang tergolong besar cukuplah sepadan dengan harga yang harus dibayar yaitu Rp 128 ribu.

Semua hidangan di Socieaty lahir dari tangan-tangan terampil para chef yang didatangkan langsung dari pusatnya, Singapura. Walau demikian, mereka tetap menggunakan bahan dan bumbu-bumbu lokal Indonesia yang mereka yakini sangat bagus kualitasnya. Hmmm... hidangan Eropa & Asia, berpadu dengan cita rasa lokal yang berkarakter kuat nan khas, tentu semakin nikmat rasanya jika disantap bersama-sama. Socializing in Socieaty!

Lokasi: Plaza Indonesia Level 1, Jl. MH Thamrin Kav 28-30, Jakarta Pusat - 10350
Jam buka: Setiap hari (10.00 – 22.00 WIB)
Reservasi: +62 21 2992 3888 / +62 85 222287777 socieaty@lesamisgroup-id.com
Website: www.socieaty.com
Twitter & Facebook : socieatyid
Instagram: socieaty

Artikel ini dimuat di MALE Magazine, Edisi Oktober 2015

Friday, February 3, 2017

Sisi Gelap Deadline Bagi Kesehatan


Percaya atau tidak, ternyata deadline alis tenggat waktu yang kronis dapat berujung menjadi malapetaka bagi kesehatan Anda lho!


Apakah pekerjaan Anda selalu bersinggungan dengan deadline? Atau jangan-jangan Anda justru merasa lebih termotivasi dan bekerja lebih baik karena deadline? Kimberly Key, seorang praktisi psikologi sekaligus mantan presiden divisi dari American Counseling Association membeberkan dampak dampak buruk deadline bagi otak, kesehatan, dan hasil kerja kita.

Kimberly yang juga penulis buku Ten Keys to Staying Empowered in a Power Struggle ini, mengungkapkan di situs Psychologytoday.com (15/6/2015) mengenai tantangan yang kita temui di era  budaya internet yang serba cepat seperti sekarang ini, menjadikan kita orang-orang yang berorientasi pada deadline. Menunda-nunda pekerjaan hingga deadline tiba tidak hanya membuat kita stres tapi juga dapat membunuh sel-sel otak, mengurangi kreativitas, dan melemahkan kesehatan seseorang. Lebih buruk lagi, deadline ibarat candu yang membuat orang ketergantungan tak ubahnya seperti seorang pecandu kafein yang menyelesaikan pekerjaannya sambil menyeruput secangkir kopi hitam panas.

Berbagai gejala akan muncul seiring kejaran deadline, antara lain emosi dan hormon stres meningkat. Tak hanya itu, sakit kepala serta masalah pencernaan juga akan muncul, dimana hal itu merupakan salah satu gejala pertama yang muncul ketika hormon stres mengambil alih.

Tentu Anda tidak ingin seperti itu terus bukan? Kimberly memberikan beberapa solusi praktis untuk Anda yang selalu berkejaran dengan deadline. Berikut tip darinya:

Pertama, cobalah untuk mengubah cara bekerja Anda saat deadline mulai mendekat. Cobalah mengerjakan  tugas sebelum waktu deadline tiba lalu hadiahi diri Anda sendiri karena telah berhasil menyelesaikannya sebelum deadline. Perlahan namun pasti, perubahan kebiasaan ini akan membantu Anda terhindar dari ketergantungan deadline. Stres berkurang, produktivitas kerja meningkat, lebih kreatif dan inovatif.

Kedua, luangkan waktu beberapa kali dalam sehari untuk bernapas dalam-dalam lalu hembuskan pelan-pelan. Mendengarkan kicauan burung di pagi hari, mencium bunga mawar, dan berjalan di rumput tanpa menggunakan alas kaki. Hal-hal seperti itu tampaknya sepele, namun dapat membetuk sisi spiritualitas kita dan sangat baik untuk fungsi otak secara keseluruhan. Studi mengenai spiritualitas seperti doa dan “Ilahi” telah mengungkapkan manfaat kesehatan yang luar biasa seperti penurunan tekanan darah, menurunkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketiga, hindari perfeksionisme. Tidak ada orang yang sempurna bukan? Nah, perfeksionisme justru seperti memberi jalan munculnya stres, lebih dari apapun. Perfeksionisme hanya menimbulkan kekhawatiran-kekhawatiran dan ketakutan yang tak beralasan. Bahwa Anda ingin pekerjaan Anda sesempurna mungkin. Alih-alih sempurna, pekerjaan Anda justru tak kunjung rampung hingga deadline menghadang di depan mata. So, nikmatilah pekerjaan Anda dan jangan bebani dengan ambisi pencapaian sebuah kesempurnaan.

Saturday, January 28, 2017

Bangun Properti Lebih Cepat dan Efisien dengan ‘Dinding Kering’

Istilah ‘dinding kering’ mungkin masih terdengar asing di telinga awam. Namun kemampuan ‘dinding kering’ ini tak diragukan lagi, sangat efisien sebagai salah satu material bahan bangunan. Mengapa efisien? Sebelum melangkah lebih jauh lagi, pertama-tama kita kenali terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ‘dinding kering’.


‘Dinding kering’ atau biasa disebut dengan ‘drywall’ merupakan sebuah system partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air, maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air.

Di era modern seperti sekarang ini, penggunaan drywall semakin diminati karena banyak sekali kelebihannya dibandingkan dengan dinding konvensional. Drywall sejatinya digunakan sebagai dinding, tidak hanya sebagai partisi kantor tetapi juga untuk ruangan-ruangan di rumah, hotel, rumah sakit, apartemen, sekolah, gedung bioskop, hingga museum seni.

Tuesday, December 13, 2016

18 Foto ‘Love & O2’ untuk Hutan Hujan Tropis Indonesia Dipamerkan di Plaza Indonesia


Sebagai bagian dari campaign berkelanjutan Love & O2 untuk hutan hujan tropis Indonesia, Delia von Rueti, founder Love & O2 berkolaborasi dengan Plaza Indonesia menggelar Photo Exhibition di Plaza Indonesia Level 1 yang diadakan dari tanggal 7 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017.

Monday, June 27, 2016

The Oasis Cikarang, Ramadan Tetap Laris...!



Supriantoro, Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) sedang menunjukkan maket green mixed use development The Oasis Cikarang kepada para customer, beberapa waktu lalu.


Pada umumnya, begitu memasuki bulan suci Ramadhan, kondisi bisnis properti di Indonesia mengalami penurunan. Terlebih dengan masih melambatnya perekonomian saat ini. Meski demikian, para pengembang tetap optimis walaupun angka penjualan tidak seperti bulan-bulan sebelumnya.

Wednesday, March 23, 2016

Cermat Memilih Baju untuk Bayi

Sebagai seorang ‘Ibu baru’ dari bayi berusia 16 bulan, saya masih suka bingung memilih baju yang tepat untuk Raya anak saya. Yah, maklum, pengalaman pertama jadi masih grogi. Bahkan untuk urusan memilih baju yang kelihatannya sepele. 

Beberapa kali saya membelikan Raya baju, pasti ada saja salahnya. Mulai dari ukurannya yang kebesaran, motifnya yang ternyata lebih ke baby boy (ini paling sering), hingga bahannya yang panas. Saya sampai merutuki diri sendiri, “Koq begitu aja bisa salah terus ya, padahal cuma beli baju.”